Apakah Ada Etika dalam Fotografi ?

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, etika diartikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Jadi, apabila digabungkan etika dalam fotografi dapat diinterpretasikan bagaimana dalam hal fotografi dapat melakukan sesuatu yang baik dengan menghindari hal-hal yang buruk terutama dalam hal moral dan tidak saling mengganggu tentunya.
Hindari mengerubuti subyek, karena akan saling menghalangi.
Hindari mengerubuti subyek, karena akan saling menghalangi.
Kalo dari segi bahasa, etika secara sederhana dapat diartikan sebagai sopan santun. Jadi dalam memotret juga harus pake sopan santun. Saya terkadang kalo sedang dalam posisi lagi jadi subyek foto (untuk urusan tertentu) kadang suka jengkel dengan ulah yang memotret saya hehehe....

Etika dalam fotografi atau bila langsung kepada orangnya mungkin menjadi etika fotografer. Tapi saya koq rasanya risih dibilang fotografer, kesannya profesional gitu hehehe ... Saya hanya suka memotret dan pengagum keindahan ciptaan Tuhan saja. Sehingga sering bepergian hanya sekedar untuk mendapatkan foto.

Ketika kamera digital  terutama DSLR semakin "murah" maka semakin banyak orang bisa "membeli" kamera digital sekelas DSLR sekalipun. Padahal dulu ketika tahun 90-an barangkali, sebelum kamera digital berkembang, kamera SLR bisa dibilang kamera "mewah". Tapi sekarang, anak-anak sekolah saja ke mana-mana sudah banyak yang menggunakan kamera DSLR.

Kalau masalah teknik fotografi dan kelengkapan alat, saya kira semakin banyak orang yang paham, secara semakin banyak foto-foto bagus di sosial media (facebook atau twitter atau instagram dll...). Tetapi kalau masalah etika, apakah ada kelas khusus ? Selama saya menyukai fotografi, tidak banyak artikel yang membahas tentang etika dalam memotret.

Berdasarkan pengalaman dan materi yang pernah saya baca, ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika sedang memotret.

Etika Memotret Orang
Pada dasarnya memotret orang sah-sah saja tetapi sebenernya ketika memotret orang paling tidak harus minta izin, apabila yang bersangkutan tidak berkenan, sebaiknya tidak difoto. Harus juga diingat, ketika kita mempergunakan foto yang ada subyek orangnya, kita harus memiliki model release, yang artinya subyek foto memberikan izin kepada fotografer untuk menggunakan foto dirinya untuk kepentingan fotografer. Format model release bisa di-download di internet, banyak koq formatnya.

Untuk pejabat tertentu, biasanya waktu memotret juga harus pada waktunya dan terkadang ada angle tertentu yang "mungkin" view terbaik untuk pejabat itu. Juga biasanya, memotret pejabat itu tidak diperbolehkan ketika jamuan makan. Dan adalah tidak sopan ketika ada moment yang bagus, kita memotret dan "nunggingin" tamu VIP, mungkin akan ditegur oleh protokol.

Pengalaman ketika ada kunjungan Presiden ke Tasikmalaya, supaya tidak ditegur oleh protokol presiden, berpakaianlah yang sopan dan sebaiknya memotret di tempat yang memang disediakan oleh protokol, karena pernah kejadian seorang kawan memotret dari tempat yang bukan semestinya langsung ditegur keras oleh Paspampres.

Memotret Event Tertentu
Event tertentu misalnya acara keagamaan atau upacara kenegaraan. Nah, banyak yang kadang gak sadar, demi mendapat foto yang "bagus", fotografer menjadi "pengganggu" jalannya acara. Jadi sebaiknya tidak mengambil foto dari jarak yang terlalu dekat sehingga dapat mengganggu prosesi acara.

Hal lainnya adalah berikan kesempatan pada fotografer lain untuk mengambil foto, jangan sampai menghalangi sehingga saya sering dengar istilah "wah, ... gerhana nih ..." hahaha....

Memotret Bangunan
Sering ada larangan memotret di gedung atau bangunan tertentu. Hal ini saya kira menyangkut hak atas kekayaan intelektual. Jadi ketika ada larangan memotret, sebaiknya dipatuhi kalau gak mau ditegur petugas keamanan.

Tempat strategis tertentu juga biasanya dilarang untuk difoto, misalnya Depo Pertamina atau instalasi militer.

Sering ada pertanyaan ketika memotret kecelakaan atau bencana alam, memotret dulu atau menolong dulu ? Rasanya itu sering banget ditanyakan... Tulisan di fotokita tentang memotret bencana alam bisa jadi bahan renungan.

Mungkin itu saja sharing dari saya, semoga dapat jadi bahan renungan kawan-kawan yang suka motret. Saya cuma menegaskan, kita cuma hobi fotografi bukan wartawan, jadi gak ada peraturan yang melindungi kita dari jeratan hukum ketika memotret, jadi pakailah etika ketika memotret....
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Apakah Ada Etika dalam Fotografi ?"

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Pilihan :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini