Booking by Pegipegi

DMCA Protected

loading...

Menikmati Keindahan Jalan Lintas Selatan antara Gunungkidul-Pacitan

Jalan Lintas Selatan Jawa (JLS) adalah jalan yang membentang di sepanjang Selatan Pulau Jawa. Jalan Lintas Selatan dikenal juga dengan istilah Jalan Daendels atau Jalan Petanahan. Jalur jalan ini awalnya dibangun pada masa penjajahan Belanda.
Indahnya Pantai Klayar di Pacitan.
Indahnya Pantai Klayar di Pacitan.
Trase JLS ini sebagian besar melintasi pinggir pantai Selatan dan bukit-bukit di Selatan Jawa. Karena melintasi pantai dan bukit maka JLS ini pemandangannya sangat indah. Rute ini cocok untuk hunting foto landscape bagi penggemar fotografi.

Salah satu rute JLS yang pernah saya lewati adalah rute antara Gunungkidul sampai ke Pacitan. Perjalanan dimulai dari Wonosari. Sebenarnya tujuan akhir perjalanan adalah ke Gunung Bromo. Tetapi nampaknya JLS perlu diposting khusus karena keindahannya. Rencana perjalanan melewati Jalan Lintas Selatan Pracimantoro-Pacitan.

Meskipun nampaknya sekelilingnya gersang, tetapi karena masih pagi, hawa terasa adem dan masih nampak ada kabut tipis di sela pegunungan kapur dan pohon jati. Awal perjalanan jalanan masih cukup lebar, tetapi setelah sekitar 20 menit perjalanan, jalanan mulai menyempit dan berkelok dan gak bergelombang. Tapi gak jauh, hanya sekitar 5 km saja. Setelah itu ketemu jalan agak lebar dan mulus.

Berhubung di hotel gak sempet sarapan, akhirnya sarapan di perhentian pertama di Museum Karst Pracimantoro.
Museum Karst Indonesia di Pracimantoro
Museum Karst Indonesia di Pracimantoro
Nama museumnya adalah Museum Karst Indonesia. Alamat Museum Karst Indonesia berada di Desa Gebangharjo Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, 45 km di selatan kota Wonogiri. Koordinat Museum Karst Indonesia tepatnya berada pada S8.04081 E110.78313. Museum ini menggambarkan khasanah karst dengan keunikan goa-goa di Pracimantoro.

Sayang sekali saya datang kepagian, jam 7:35 jadi belum buka, tapi nampaknya sepi pengunjung, terlihat dari gak terisinya warung-warung di tempat parkir, padahal musim libur. Nampaknya kurang terawat, sampah berserakan di mana-mana. Sayang banget.

Pemandangan di sekitar tempat parkir museum.
Pemandangan di sekitar tempat parkir museum.
Karena perjalanan masih jauh, sarapan di sekitar museum gak terlalu lama, hanya foto-foto sebentar langsung berangkat. Perjalanan selanjutnya tetap di antara bukit kapur yang gersang. Jalan mulus dan lurus, namun sayang sekali pada koordinat S8.08469 E110.87188 jalan lurus Pracimantoro-Pacitan ditutup karena ada perbaikan, dibelokan ke arah kiri ke Giriwoyo, yang jaraknya hampir 2 kali lipat lebih jauh dengan kondisi jalan rata tetapi bergelombang.  Sampai ke koordinat S8.01948 E110.89668 belok kanan menuju ke Giriwoyo.

Begitu sampai ke bundaran persimpangan Giriwoyo (koordinat S8.02998 E110.93870) dan ketemu lagi jalan lebar dan mulus .... Dan akhirnya ketemu lagi jalan yang seharusnya dilewati yaitu jalan Pracimantoro-Pacitan pada koordinat S8.11666 E110.99543. 

Rencana perhentian pertama adalah Pantai Klayar, di jalur jalan Pracimantoro-Pacitan belok kanan di koordinat S8.13649 E111.01144. Jarak dari pinggir jalan ke Pantai Klayar sekitar 19 km. Dengan kondisi jalan mulus hanya sampai ke Goa Gong. Sisanya jalan kecil dan parah, tetapi kabar baiknya sedang dalam pelebaran jalan.

Jarak dari Wonosari ke Pantai Klayar 83,1 km dan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam perjalanan. Jalan yang jelek dan berliku rupanya upaya yang ditebus untuk melihat pemandangan yang luar biasa indah.

Pantainya bersih dan sepi pengunjung, mungkin karena tempatnya terpencil dan gak bisa berenang kali ya ? ... Tapi makan di sini enak dan murah, menunya goreng ikan dan udang hehehe ...
Mejeng dulu di Pantai Klayar hehehe ...
Mejeng dulu di Pantai Klayar hehehe ...
Setelah puas foto-foto plus makan cemilan dan kelapa muda (panas banget hehehe), lanjut perjalanan deh. Pulangnya ke jalan raya menjadi lebih cepat, karena sudah tau kondisi jalan, jadi meskipun sempit dan jelek udah bisa adaptasi.

Ternyata setelah tanya-tanya sama penduduk yang kebetulan sempet ngobrol, perkiraan ke Malang masih 5 jam perjalanan, artinya perkiraan nyampe sekitar jam 6 sore. Ternyata kembali perhitungan meleset, karena banyak berhenti untuk foto-foto dan makan siang. hehehe ....
Jalan membelah bukit kapur sebelum Pantai Soge
Jalan membelah bukit kapur sebelum Pantai Soge
Pantai Soge
Pantai Soge
Jembatan setelah Pantai Soge
Jembatan setelah Pantai Soge
PLTU Sudimoro
PLTU Sudimoro
Pemandangan pantai sepanjang jalan membuat serasa di Great Ocean Road Australia (soalnya belum pernah deh hehehe...). Pantai Soge (koordinat S8.24754 E111.26432). Setelah pantai, ada jembatan yang bentuknya unik. Sepanjang rute ini hampir semua didominasi pantai dan bukit kapur yang indah dengan kondisi jalan yang lebar dan mulus.

Tetapi ternyata, gak semua jalan mulus, ada  jalan yang sedang dalam proses perbaikan, tapi nampaknya tahun ini juga proses perbaikannya selesai. Jalan yang sedang proses giling basah sepanjang sekitar 5 km, di sekitar Dongko. Jalan jelek ini yang membuat perkiraan waktu tempuh meleset jadi lebih lama hehehe, selain udah mulai lelah juga karena banyak kendaraan lain yang mulai serobotan.

Itulah sedikit cerita melintasi keindahan Jalan Lintas Selatan antara Gunungkidul-Pacitan. Jalur jalan ini bisa dijadikan jalan alternatif untuk jalur mudik.

4 comments:

  1. Wah cantik sekali. Terimakasih Mas, jadi nambah destinasi wisata saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah mampir dan komentar yaaa ... emang betul, pantai selatan pemandangannya indah-indah, layak dicoba mulai Ujunggenten sampe Jawa Timur. Nanti akan saya share di tulisan saya yg lain yaaa ...
      Hv a nice week end.

      Delete
  2. Giriwoyo kampung saya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu ya Gan .. pemandangannya keren, terutama bukit-bukitnya, waktu itu wonosari pracimantoro sedang perbaikan, jadi belok ke Giriwoyo ...

      Delete

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.