(Tidak Selamanya) Benar Bisa Selamat (di Dunia)

Lho koq bisa benar tidak selalu selamat ?. Sepertinya judul posting terbaru ini akan sedikit mengundang kontroversi. Tetapi agar tidak menimbulkan salah faham atau salah menginterpretasikan judul, sebaiknya dibaca sampai habis posting ini ya ...
Ilustrasi thinking out of the box.. http://vimeo.com/35865434
Ilustrasi thinking out of the box. Sumber : Vimeo.

Memang sih judul posting ini sengaja diberikan tanda kurung. Tujuan tanda kurung itu adalah untuk menyampaikan hal yang sifatnya butuh justifikasi dan silahkan menafsirkan menurut kedalaman pemahaman masing-masing.

Selanjutnya ilustrasi gambar kenapa berupa thinking  out of the box ?. Ya  karena memang mungkin apa yang akan saya posting ini dianggap berbeda dari kelaziman. Atau kata bahasa Perancis-nya mah mahiwal hehehe ...

Alasan lain kenapa saya membuat posting ini adalah karena ingin berbagi kepada siapa saja yang mau baca tulisan ini. Tulisan ini saya sarikan dari hasil ngobrol-ngobrol dengan salah seorang senior yang angkatannya jauh ada di atas saya hehehe ...

Waktu itu, saya bertamu ke salah seorang senior di pagi hari yang cerah. Ternyata beliau sedang santai jadi bisa ngobrol ngalor ngidul.

Awalnya saya cuma curcol alasan kenapa saya ikut program penyerahan Personil, Prasarana, Pembiayaan dan Dokumentasi (P3D) bidang Kehutanan ke Pemerintah Provinsi. Alasan utama kenapa saya ikut program itu, biarlah hanya saya, beliau dan Tuhan yang tahu. Tapi yang pasti demi kebaikan di masa yang akan datang.

Dari hasil curhat itu, beliau menyampaikan wejangan, kalau iklim birokrasi memang sedang dalam tahapan menuju ke arah perbaikan. Proses ini memang memerlukan personil yang qualified. Tetapi meskipun demikian, diperlukan kewaspadaan dalam menghadapi perubahan ini.

Ada kutipan menarik yang beliau sampaikan kepada saya. Nah kutipan itulah yang menjadi judul posting kali ini.

Ceritanya begini. Ketika kita berjalan di jalan raya di jalan yang lurus dengan kecepatan normal, kemudian surat-surat kendaraan SIM dan STNK lengkap, pasang sabuk pengaman dan sebagainya. Kondisi mengemudi itu sudah dalam kondisi yang ideal dan dalam posisi yang benar.

Ketika dalam kondisi benar tersebut, tiba-tiba dari arah berlawanan datang kendaraan dengan kecepatan tinggi dan menyeberang median jalan menuju ke arah kita. Kemungkinan besar dia dalam posisi yang salah karena bukan berada di jalur yang benar.

Dua kondisi ini jika semuanya mempertahankan posisinyua masing-masing apa yang akan terjadi ?. Sudah bisa dipastikan akan terjadi tabrakan.
Ilustrasi tabrakan adu bagong.  https://pixabay.com/en/accident-car-collision-crash-151668/
Ilustrasi tabrakan adu bagong. Sumber : Pixabay.
Pada kejadian itu, kalau posisi yang benar tidak menghindar, dipastikan dia akan celaka alias tidak selamat. Perlu kewaspadaan untuk mengantisipasi kecelakaan seperti itu. Artinya tidak cukup hanya hati-hati ketika ketemu dengan pengemudi yang salah dan membabi buta seperti bagong hahaha ....

Bagaimana supaya selamat ?... Supaya selamat harus waspada dan berada pada posisi yang tepat.

Itulah yang ingin saya sampaikan, kalau (tidak selamanya) benar bisa selamat (di dunia). Tetapi yakinlah akan pembalasan di hari akhir.

Komentar dan diskusi silahkan via komentar di bawah atau jika tidak mau diketahui pembaca lainnya silahkan clikc tab kontak di atas.

disclaimer : tulisan ini sudah diadaptasi dari obrolan yang panjang
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "(Tidak Selamanya) Benar Bisa Selamat (di Dunia)"

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Pilihan :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini