6 Tips Memotret Ketika Musim Hujan

Musim hujan kadang menjadi kendala ketika hunting landscape. Tetapi sebenarnya ketika musim hujan sebenarnya dapat memperoleh kesempatan untuk mendapat foto landscape yang indah.
Foto Pelangi pagi di Pantai Pangandaran
Pelangi pagi di Pantai Pangandaran.
Nah, agar dapat memperoleh foto landscape yang indah ketika musim hujan, berikut ini beberapa tips memotret ketika musim hujan.

1. Memotret di Musim Hujan Tidak Harus Basah-basahan
Ketika musim hujan seperti sekarang ini, jika tidak bekerja untuk memotret badai, sebenarnya tidak ada alasan untuk memotret sambil hujan-hujanan. Ketika mulai nampak awan hitam pekat, segeralah berlindung.
Memotret mendung pekat dari dalam mobil.
Memotret mendung pekat dari dalam mobil di jalan tol arah Bogor.
Memotret moment hujan ini dapat dilakukan dari dalam gedung atau dari dalam mobil. Usahakan agar kamera terhindar dari air hujan agar tetap kering dan tidak berembun.
Ketika memotret dari dalam mobil, mobil dapat diparkirkan di tempat yang aman tetapi mendapat view atau background yang dramatis untuk sebuah foto.
Intinya adalah jaga agar kita dan kamera tetap kering serta selalu waspada terhadap bahaya sambaran petir yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

2. Memakai Jas Hujan
Ketika terpaksa harus memotret dan hujan-hujanan, jangan lupa selalu gunakan jas hujan. Selain jas hujan untuk badan, sekarang ini juga sudah banyak tersedia jas hujan khusus untuk kamera dan peralatan memotret.
Foto Jas hujan plastik murah meriah pelindung kamera dari hujan.
Jas hujan plastik murah meriah pelindung kamera dari hujan.
Apabila kondisi darurat, dapat menggunakan plastik besar yang dilubangi ujungnya untuk ujung lensa. Sedangkan ujung plastik yang berlubang besar digunakan untuk memegang kamera.
Atau apabila ada asisten, dapat membantu untuk melindungi anda dan kamera dengan dipayungi.

3. Menangkap Tekstur Butiran Air Hujan
Butiran air hujan yang jatuh dapat menjadi hasil foto yang menarik. Jejak jatuhnya air hujan dapat diperoleh dengan shutter speed yang lambat. Semakin lambat shutter speed, semakin panjang jejak butir air hujan jatuh yang dapat tertangkap kamera.
ISO bisa di-set di 100 dan shutter speed dimulai dari 1/60 detik. Shutter speed diturunkan semakin lambat untuk dapat menangkap jejak air hujan. Batasi sampai ke shutter speed yang dapat dipegang dengan menggunakan tangan atau gunakan tripod.
Semakin lambat shutter speed, akan semakin dramatis jejak air hujan yang tertangkap kamera.

4. Memotret Refleksi di Genangan Air
Memotret hujan tidak hanya memotret hujannya saja. Tetapi selalu eksplorasi keadaan sekeliling. Perhatikan juga ke tanah atau jalan atau lantai. Di sana mungkin ada genangan air.
Refleksi subyek yang akan difoto di genangan air akan nampak dramatis.

5. Close-Up Butiran Air di Subyek Foto
Foto Bulir hujan di bunga Kemuning
Bulir hujan di bunga Kemuning.

Keindahan butir air hujan yang sudah jatuh akan nampak indah jika difoto makro. Foto close up air hujan di bunga atau subyek lainnya dapat menjadi aksen pada foto.
Agar diperoleh bokeh yang bagus, gunakan lensa khusus makro atau dapat juga menggunakan lensa tele dengan zoom terpanjang dan bukaan terbesar yang dapat dilakukan.
Untuk meminimalisir guncangan, dapat menggunakan tripod atau remote camera.

6.  Memotret Pelangi.
Ketika hujan reda, perhatikan ke langit. Ketika setelah hujan reda, biasanya akan muncul pelangi yang indah. Pelangi akan muncul di pagi hari atau di sore hari.
Foto Pelangi yang muncul setelah hujan di Pantai Pangandaran.
Pelangi yang muncul setelah hujan di Pantai Pangandaran.
Untuk meningkatkan kontras warna pelangi, dapat memakai filter CPL.

Demikian 6 tips memotret ketika musim hujan. Hal yang terpenting adalah selalu lindungi kamera agar selalu tetap kering.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "6 Tips Memotret Ketika Musim Hujan"

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Terkait :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini