Romantika Potong Rambut di Bawah Pohon Rindang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, arti kata romantika adalah liku-liku atau seluk-beluk yang mengandung sedih dan gembira. Potong rambut itu istilah lainnya adalah cukur dan tukang cukur itu yang melakukan pemotongan rambut. Tukang cukur bahasa gayanya adalah barbershop. Kenapa sih nulis romantika potong rambut di bawah pohon rindang ?.
Gambar Ilustrasi barbershop. Rambut, Memotong, Laki Laki, Barbershop, Sisir, Gunting. Foto : pixabay. https://pixabay.com/en/hair-cut-men-barbershop-comb-43987/
Ilustrasi barbershop. Foto : pixabay.

Sebenarnya tidak ada alasan kuat kenapa harus nulis artikel ini sih. Tetapi karena tadi baru saja potong rambut di tukang cukur biasa di pinggir jalan. Dan ketika antri, gak ada kerjaan, pikiran nerawang ke masa lalu ketika masih kuliah di Bogor, di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Gak tahu kenapa, setiap potong rambut di tempat yang sama selalu antri. Saya pilih potong rambut di tempat yang sama meskipun di tempat yang sederhana adalah karena alasan kepraktisan dan murah.

Praktis karena jika setiap potong rambut di tempat yang sama saya gak perlu lagi ngobrol harus gimana rambut dipotongnya. Terus saya milih yang murah karena saya sering banget potong rambut demi menjaga ukuran panjang rambut tetap cepak.

Alasan lain kenapa milih di tempat sederhana dan murah adalah ternyata dengan potongan rambut seperti saya ini koq ya enggak ada bedanya ya potong rambut di tempat yang mahal dan di tempat yang murah. Potongan tetap sama aja. Bedanya cuma tempatnya pake AC, duduknya empuk terus dapat minuman.

Sebenarnya sih kalo bicara nyaman, adem, kursi empuk sepertinya tukang cukur pinggir jalan di bawah pohon rindang (DPR) juga gak kalah  nyaman. Tukang cukur DPR ini, dulu banyak sekali terdapat di sepanjang jalan Otista-Bogor, sekitar Tugu Kujang. Tetapi gak tau sekarang, apa masih ada atau tidak.
Dulu, banyak tukang cukur di sekitar Tugu Kujang Bogor. Mereka mangkal di bawah pohon rindang di balik pagar kebun raya bogor.
Dulu, banyak tukang cukur di sekitar Tugu Kujang Bogor.
Potong rambut di DPR enak juga lho ya. Paling tidak waktu itu cocok banget dengan kantung mahasiswa. Selain itu, biasanya Bapak-bapak tua tukang cukurnya sangat ramah dan suka banyak cerita. Dan enaknya lagi abis dicukur biasanya plus dipijit kepala, bukan pijit plus ya hehehe....

Mungkin seiring waktu, nampaknya keberadaan tukang cukur DPR ini sepertinya mulai punah. Mungkin terjadi pergeseran "selera" pemuda atau mahasiswa yang mulai bergeser ke tukang cukur yang memberikan kenyamanan lebih dibanding cukur di DPR. Nampaknya bisa jadi bahan praktikum Sosiologi Pedesaan (Sosped) di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) deh hehehe....

Tapi ngomong-ngomong kalo diperhatikan sih mungkin nampaknya mahasiswa yang tinggal di sekitar Baranangsiang juga sudah sedikit kali ya. Soalnya mereka (mahasiswa baru) terutama sudah diwajibkan masuk asrama di Kampus Darmaga.

Ya itulah romantika potong rambut di bawah pohon rindang, banyak berubah ... Semoga Bapak-bapak tua tukang cukur di DPR masih tetap ada, supaya kalo saya main ke Bogor masih bisa nostalgia.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Romantika Potong Rambut di Bawah Pohon Rindang"

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Pilihan :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini