Menikmati Keindahan Sunrise Gunung Bromo Bersama Keluarga

Gunung Bromo di Jawa Timur adalah salah satu gunung berapi yang terkenal memiliki keindahan luar biasa. Keindahan sunrise Gunung Bromo terkenal sampai ke manca negara. Konon katanya sunrise di Gunung Bromo adalah salah satu sunrise terbaik di dunia. Nah, karena supaya tidak ketinggalan dari turis manca negara, kami mencoba berlibur menikmati keindahan sunrise Gunung Bromo bersama keluarga.
Wefie dengan background Gunung Bromo yang sedang mengepulkan asap.
Wefie dengan background Gunung Bromo yang sedang mengepulkan asap.
Traveling dari Tasikmalaya ke Gunung Bromo bukanlah jarak yang dekat. Berdasarkan simulasi rute menggunakan google maps, jarak Tasikmalaya ke Gunung Bromo hampir 700 km. Rute melewati jalur utama jalan nasional berjarak sekitar 690 km. Waktu tempuh Tasikmalaya ke Gunung Bromo melalui jalur utama jalan nasional sekitar 16 jam 54 menit.

Alternatif lain rute dari Tasikmalaya ke Gunung Bromo adalah melalui jalan nasional dan jalur lintas selatan Jawa. Dimulai dari Jalan Petanahan atau Jalur Jalan Daendels dilanjutkan ke JLS Jawa Timur melalui Pacitan. Jarak tempuh Tasikmalaya ke Gunung Bromo melalui jalan lintas selatan adalah sekitar 682 k m. Waktu tempuh dari Tasikmalaya ke Gunung Bromo melalui jalan lintas Selatan Jawa sekitar 17 jam 21 menit.

Untuk memberikan gambaran alternatif rute yang akan ditempuh, dapat dilihat pada google maps berikut.
Ternyata meskipun jarak tempuh lewat JLS lebih pendek, tetapi ternyata diperlukan waktu tempuh yang lebih lama. Hal ini mungkin disebabkan karena lewat JLS sebagian melewati jalan yang lebih sempit dan berkelok di beberapa titik.

Karena tujuannya adalah family vacation menikmati liburan sekolah anak, diputuskan via JLS agar banyak melewati obyek wisata menarik sepanjang perjalanan.

Agar traveling bersama keluarga ini berjalan secara menyenangkan dan nyaman, tidak lupa juga sebagai persiapan browsing itinerary wisata ke Bromo. Hal agar dapat mengefisienkan waktu dan ketahuan list obyek wisata yang akan disinggahi plus perkiraan waktu.

Itinerary wisata ke Gunung Bromo ini banyak sekali diposting oleh biro-biro perjalanan yang melayani wisata menikmati sunrise di Penanjakan Gunung Bromo.

Persiapan lain tentunya adalah mobil yang akan digunakan. Karena membawa logistik dan peralatan yang cukup banyak, kami menggunakan mpv jenis Innova. Logistik yang disiapkan selain makanan dan obat-obatan juga peralatan tidur darurat.

Peralatan yang tidak boleh ketinggalan selama traveling tentunya kamera plus 3 buah lensa, tripod dan filter UV dan filter CPL. Karena tujuan utamanya adalah memang hunting sunrise di Puncak Penanjakan Gunung Bromo.

Agar selama traveling tidak tersesat atau kehilangan arah, kami memasang 2 buah gps di mobil. Untuk keperluan navigasi, kami menggunakan gps layar lebar Super Spring SF410iHD. Sedangkan apabila tracking atau hiking dibantu menggunakan gps Garmin 60CSx. Selain itu juga Garmin 60 CSx dipergunakan untuk menyimpan tracklog selama perjalanan.

Untuk membantu komunikasi, di mobil dipasang radio vhf dan menggunakan antena larsen yang dipasang di atap mobil agar lebih tinggi sehingga dapat menjangkau jarak lebih jauh.

Setelah persiapan lengkap, tidak lupa kami mengontak kolega di Malang agar dibantu untuk booking homestay di Bromo. Selama kami di Bromo, direncanakan menginap di Rani Home Stay di Tumpang Kabupaten Malang.

Rasanya persiapan kami sudah sesuai rencana, tinggal mempersiapkan fisik dan mental menempuh perjalanan jauh. Harus siap fisik dan mental karena selama traveling keluarga ini, kami tidak menggukan jasa driver. Saya menyetir sendirian tanpa supir cadangan selama traveling. Agar tidak lelah, setiap 3-4 jam mengemudi selalu istirahat atau menginap di hotel apabila kemalaman.

Perkiraan lama traveling dari Tasikmalaya ke Gunung Bromo adalah 5 hari. Rinciannya adalah 3 hari di perjalanan PP dan 2 hari semalam di Bromo dan sekitarnya.

Baiklah, perjalanan dimulai dari Tasikmalaya sekitar pukul 12 siang. Dimulai siang hari karena harus mempersiapkan dulu mobil plus barang bawaan agar jangan sampai ada yang tertinggal.

Pemberhentian pertama adalah menginap di Hotel Cyka Raya Wonosari. Sampai di Wonosari hampir jam 10 malam, lebih lambat 2 jam dari perkiraan.

Perjalanan di hari berikutnya dimulai pagi hari setelah sarapan dengan rencana rute via Pacitan dan beristirahat di Pantai Klayar Pacitan. Rute menuju ke Gunung Bromo via JLS ini benar-benar traveling buta, karena baru melewati jalan-jalan JLS. Mulai dari Wonosari ke Malang, kami benar-benar hanya mengandalkan kemampuan navigasi gps plus dibimbing rekan-rekan ORARI di radio 2 m band.
Indahnya Pantai Klayar di Pacitan.
Indahnya Pantai Klayar di Pacitan.
Indahnya Pantai Soge yang menyerupai Great Ocean Road di Australia.
Indahnya Pantai Soge yang menyerupai Great Ocean Road di Australia.
Karena banyak berhenti untuk menikmati obyek wisata sepanjang JLS dan hunting foto landscape di beberapa tempat, kami baru bisa sampai ke Rani Home Stay Tumpang hampir jam 10 malam.

Pilihan menginap di Tumpang karena sebelumnya saya pernah ke Penanjakan Bromo via Probolinggu menggunakan jasa biro perjalanan. Tetapi ternyata harus memutar jauh melewati jalan raya dan jalan alternatif.

Apabila dari Malang sepertinya memang lebih praktis dan dekat ke Bromo via Tumpang. Berdasarkan itinerary ke Bromo yang banyak terdapat di situs-situr travel, apabila melalui Tumpang akan banyak obyek menarik yang akan terlewati.

Obyek  menarik yang terlewati diataranya adalah Pertigaan Jemplang, Air Terjun Coban Pelangi dan tentunya melewati Bukit Teletubies dan Pasir Berbisik.

Kami harus istirahat yang cukup meskipun hanya beberapa jam. Karena kami harus mulai perjalanan ke Puncak Penanjakan Bromo pada pukul 1 dini hari. Tidur sebentar lumayan bisa meluruskan badan.

Kami dijemput oleh driver jeep tepat waktu pada pukul 1 dini hari. Memang apabila menikmati sunrise di Puncak Penanjakan ini harus menyewa jeep yang telah disiapkan oleh Paguyuban Jeep Bromo. Meskipun agak mahal, wajar karena memang jaraknya jauh dan medan yang dilewati sangat berbahaya apabila menyetir sendiri.

Kami sampai ke Puncak Penanjakan 1 beberapa menit sebelum subuh, jadi kami bisa shalat subuh di mushola yang berada dekat tower repeater komunikasi yang ada di Puncak Penanjakan 1.

Ternyata pengunjung yang akan menikmati sunrise di Penanjakan 1 Bromo ini sangat ramai sekali. Dan sudah berbaris rapi di tempat yang memang disediakan untuk menikmati sunrise di Penanajakan 1.

Ini adalah beberapa foto sunrise di Penanjakan 1 Bromo.
Sesaat sebelum matahari muncul di Penanjakan 1 Bromo.
Sesaat sebelum matahari muncul di Penanjakan 1 Bromo.
View Gn. Bromo sesaat setelah sunrise.
View Gn. Bromo sesaat setelah sunrise.
View arah Cemoro Lawang dari Puncak Penanjakan 1.
View arah Cemoro Lawang dari Puncak Penanjakan 1.
View ke arah Gn. Bromo setelah sunrise, nampak Gn. Semeru di kejauhan.
View ke arah Gn. Bromo setelah sunrise, nampak Gn. Semeru di kejauhan.
Sayang sekali cuaca agak kurang bersahabat, sehingga kami tidak bisa melihat sunrise secara sempurna di Puncak Penanjakan 1 Bromo. Meskipun demikian, pamandangannya masih sangat indah untuk dinikmati. Pemandangan sunrise Gunung Bromo yang sangat indah ini sebanding dengan perjuangan yang harus ditempuh selama perjalanan.

Setelah puas foto-foto di Puncak Penanjakan 1 dan sarapan pagi, kami melanjutkan perjalanan ke kawah Bromo.

Perjalanan turun ini sangat menegangkan, karena ketika siang hari terlihat jelas sempitnya jalan dan jurang yang menganga sepanjang jalan. Tetapi jangan khawatir karena supir jeep Bromo ini luar biasa sekali kemampuan mengemudinya.

Ketika sampai ke kaki Gn. Bromo ternyata sudah banyak sekali jeep yang antri dan parkir untuk menurunkan penumpang yang akan menuju kawah Gunung Bromo.

Kami tidak terlalu lama di Gunung Bromo karena sangat mengantuk. Perjalanan dilanjutkan menikmati obyek-obyek menarik lainnya di kaldera Gunung Bromo.
Deretan jeep terparkir rapi di kaldera Gn. Bromo.
Deretan jeep terparkir rapi di kaldera Gn. Bromo.
Berfoto bersama si Cikal di Bukit Teletubies.
Berfoto bersama si Cikal di Bukit Teletubies.
Pemandangan di Pertigaan Jemplang ke arah Bukit Teletubies.
Pemandangan di Pertigaan Jemplang ke arah Bukit Teletubies.
Belum puas rasanya menikmati keindahan pemandangan di kaldera Gunung Bromo, tetapi karena perjalanan masih jauh dan akan dilanjutkan ke obyek wisata lain di Kota Batu, terpaksa kami harus segera meninggalkan Gunung Bromo.

Sebagai gambaran, rute jalan yang dilewati selama kami traveling menikmati keindahan sunrise Gunung Bromo bersama keluarga ini adalah sebagai berikut :
Tasikmalaya-Yogyakarta (menginap hari pertama)-Pacitan-Trenggalek-Malang-Tumpang (menginap hari kedua)-Bromo-Batu (menginap hari ketiga)-Kediri-Madiun-Magetan-Cemoro Sewu-Solo-Boyolali-Ambarawa-Temanggung-Kledung (menginap hari keempat)-Wonosobo-Banjarnegara-Wangon-Jeruklegi-Sidareja-Kalipucang (Finish).

Apabila ada yang mau sharing obyek menarik lainnya di Gunung Bromo atau sekedar bertukar pikiran atau diskusi mengenai rute traveling ke Bromo dapat mengisi komentar atau mengisi di form kontak.
loading...

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Menikmati Keindahan Sunrise Gunung Bromo Bersama Keluarga"

  1. Asik bangwt bisa piknik bersama keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih udah mampir dan komentar Gan. Kebetulan kami sekuarga emang doyan piknik.

      Delete

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Pilihan :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini