Risiko Transaksi Tunai

Dalam beberapa waktu itu ramai diberitakan media (cetak, elektronik atau sosial) terkait operasi tangkap tangan (OTT). OTT ini umumnya terkait tindak pidana dan sebagian besar untuk transaksi gratifikasi. Sebagian besar OTT melibatkan kasus uang tunai yang besar.

Sebenarnya masih banyak transaksi non tunai yang aman sehingga tidak diketahui orang lain. Beberapa tahun lalu transaksi non tunai melalui perbankan masih aman dari pengamatan pihak ketiga, tetapi sejalan dengan aturan yang berlaku, semua transaksi non tunai perbankan harus dapat tertelusuri.
Ilustrasi transaksi tunai menggunakann mata uang Dollar (USD). Sumber : wikiipedia.
Ilustrasi transaksi tunai menggunakann mata uang Dollar (USD). Sumber : wikipedia.
Penelusuran asal usul dan tujuan transaksi non tunai perbankan dilakukan oleh lembaga khusus di Bank Indonesia, yaitu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). PPATK adalah lembaga intelijen di bidang keuangan yang ada di BI.

Meskipun demikian, menurut saya, transaksi non tunai (cashless) sekarang ini adalah transaksi yang paling aman dari ke-nyinyiran-an orang lain.

Menurut saya banyak sekali risiko ketika melakukan transaksi tunai, berikut ini adalah beberapa saja risikonya.
  • Terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Semua OTT yang dilakukan oleh KPK atau Polisi selalu menggunakan uang tunai. Sebenarnya masih banyak trasaksi cashless yang luput dari pengamatan pihak aparat penegak hukum. Tetapi tentunya tidak etis kalau saya sampaikan di sini hehehe....
  • Dirampok atau dicopet
Dirampok ketika membawa uang tunai adalah masalah klasik. Tetapi ini adalah risiko yang paling besar yang paling sering terjadi. Memang sih kita dapat meminta bantuan pihak Kepolisian untuk melakukan pengawalan, tetapi menjadi tidak praktis karena mungkin akan dibebani biaya.

Itulah makanya cash handling dalam jumlah besar sangat besar risikonya.
  • Repot menghitung uang tunai
Saya tidak bisa bayangkan seandainya melakukan transaksi keuangan dalam jumlah puluhan milyar menggunakan uang tunai. Sangat memerlukan waktu banyak untuk menghitungnya.
  • Selisih jumlah
Ketika menghitung uang tunai untuk transaksi keuangan dalam jumlah sangat besar, ada risiko terjadi selisih jumlah atau tidak klop. Seringkali kejadian ketika dihitung dengan mesin hitung uang, dalam 1 gepokan uang terjadi jumlah kurang katakan 1 lembar.

  • Dalam jumlah besar tidak praktis
Melakukan transaksi tunai dalam jumlah sangat besar sangat tidak praktis. Misalnya 1 milyar rupiah saja apabila menggunakan pecahan uang 100.000-an, mungkin memerlukan sebuah koper atau sebuah kardus sedang untuk mengangkutnya. Sangat tidak praktis kan ya....
  • Terselip uang palsu
Ketika menghitung dalam jumlah sangat banyak, memerlukan ketelitian untuk memperhatikan lembar demi lembar uang tersebut. Dalam beberapa kasus, terjadi ada uang palsu di dalam gepokan uang dalam jumlah yang agak banyak.

Itulah beberapa risiko transaksi menggunakan uang tunai.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Risiko Transaksi Tunai"

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Artikel Pilihan :

Booking Hotel, Tiket Pesawat dan Kereta Api Murah dari Pegipegi di Sini