Apa itu transaksi non tunai ?. Secara sederhana, transaksi non tunai adalah transaksi kuangan yang tanpa melibatkan uang tunai. Sebenarnya transaksi non tunai bukanlah hal baru di Indonesia. Tetapi jumlah pemakai transaksi non tunai di Indonesia masih rendah.
Karena masih rendahnya jumlah transaksi non tunai di Indonesia, Bank Indonesia (BI) mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transaksi non tunai sejak tanggal 14 Agustus 2014 lalu.
Transaksi non tunai itu terdiri atas tiga bentuk, yaitu paper based (cek dan bilyet giro), card based (kartu kredit, ATM dan debit card), dan electronic based ( e-Money, e-cash).
Nah, transaksi non tunai elektronik menggunakan eMoney ini sedang ramai dibahas, terutamam untuk pembayaran tol yang tidak lagi menerima pembayaran secara tunai sejak Oktober 2017.
Gerakan Transaksi Non Tunai sudah mulai banyak diterapkan di Jakarta, mulai dari pembayaran moda transportasi seperti kereta Commuter Jabodetabek dan bus TransJakarta hanya melayani transaksi non tunai bagi penumpangnya. Selain moda transportasi, swalayan, supermarket, SPBU, jalan tol dan beberapa arena hiburan di Jakarta juga lebih memilih untuk menggalakkan transaksi non tunai.
Kenapa BI mendorong GTNT ?. Karena ternyata ada beberapa keuntungan transaksi non tunai. Berikut ini adalah beberapa keuntungan transaksi non-tunai paling mudah dirasakan :
Selain itu , tidak perlu repot- repot menghitung uang tunai. Selain itu, transaksi non tunai juga semakin dimudahkan dengan elektronifikasi transaksi.
Kalau seandainya semua transaksi keuangan sudah non tunai, mungkin kejahatan berupa pembuatan uang palsu tidak akan ada lagi.
Itulah beberapa keuntungan transaksi non tunai.
Karena masih rendahnya jumlah transaksi non tunai di Indonesia, Bank Indonesia (BI) mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transaksi non tunai sejak tanggal 14 Agustus 2014 lalu.
Transaksi non tunai itu terdiri atas tiga bentuk, yaitu paper based (cek dan bilyet giro), card based (kartu kredit, ATM dan debit card), dan electronic based ( e-Money, e-cash).
Nah, transaksi non tunai elektronik menggunakan eMoney ini sedang ramai dibahas, terutamam untuk pembayaran tol yang tidak lagi menerima pembayaran secara tunai sejak Oktober 2017.
![]() |
| Ilustrasi eMoney yang dapat digunakan transaksi non tunai. Foto : Bank Mandiri. |
Gerakan Transaksi Non Tunai sudah mulai banyak diterapkan di Jakarta, mulai dari pembayaran moda transportasi seperti kereta Commuter Jabodetabek dan bus TransJakarta hanya melayani transaksi non tunai bagi penumpangnya. Selain moda transportasi, swalayan, supermarket, SPBU, jalan tol dan beberapa arena hiburan di Jakarta juga lebih memilih untuk menggalakkan transaksi non tunai.
Kenapa BI mendorong GTNT ?. Karena ternyata ada beberapa keuntungan transaksi non tunai. Berikut ini adalah beberapa keuntungan transaksi non-tunai paling mudah dirasakan :
- Cepat
- Praktis
Selain itu , tidak perlu repot- repot menghitung uang tunai. Selain itu, transaksi non tunai juga semakin dimudahkan dengan elektronifikasi transaksi.
- Aman
- Terhindar dari Uang Palsu
Kalau seandainya semua transaksi keuangan sudah non tunai, mungkin kejahatan berupa pembuatan uang palsu tidak akan ada lagi.
- Diskon di merchant tertentu
Itulah beberapa keuntungan transaksi non tunai.
Keuntungan Transaksi Non Tunai
Reviewed by Ghost Ships
on
11:31:00 AM
Rating:
Reviewed by Ghost Ships
on
11:31:00 AM
Rating:


Saya juga suka transaksi nontunai. Selain kartu debit, saya punya Mandiri prabayar. Tiap bulan kalau bayar tagihan seperti listrik, Kartu Halo, asuransi, beli pulsa, dll saya pake m-banking, lebih nyaman, ga pake ngantri.
ReplyDeletesip Gan....
Delete