Sudah sejak lama, sejak pindah ke Sumedang 6 bulan lalu, ingin jogging dan selfie di alun-alun Sumedang. Tetapi apa daya, karena pada awal-awal pindah ke Sumedang, sedang ada kegiatan revitalisasi alun-alun Sumedang, akibatnya ditutup untuk umum selama proses pembangunan.
Nah, setelah alun-alun Sumedang diresmikan pada bulan April 2020 baru pagi ini bisa jogging dan selfie di alun-alun Sumedang.
Kenapa baru kali ini sempat mampir ke alun-alun Sumedang ?. Ya, tentunya karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan alun-alun Sumedang kembali ditutup untuk umum.
Sekarang juga, alun-alun Sumedang ada pembatasas jam buka, kalau pagi hanya buka pukul 06.00-09.00 WIB. Ketika lewat pukul 09.00 WIB, akan ada petugas yang menghimbau pengunjung untuk segera keluar dari kawasan alun-alun.
Apa sih yang menarik dari alun-alun Sumedang ?. Ternyata, selain sebagai area publik yang menarik, ternyata ada peninggalan sejarah di tenga alun-alun Sumedang.
Di tengah alun-alun Sumedang terdapat Monumen Lingga. Lingga ini berusia hampir seabad dan tetap berdiri kokoh di tengah-tengah alun-alun Sumedang.
Monumen Lingga konon dibuat pada tahun 1922 oleh pemerintah Belanda. Lingga sengaja dibangun untuk mengenang jasa-jasa Bupati Sumedang yang memimpin Sumedang antara tahun 1883 sampai tahun 1919, yaitu Pangeran Aria Suriaatmadja.
Selain terdapat Monumen Lingga, di sekitar alun-alun Sumedang ada juga Masjid Agung Sumedang, Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung Negara, dan Mal Pelayanan Publik Sumedang.
Bagi penggemar kuliner, tahu Sumedang dan Umbi Cilembu merupakan salah satu daya tarik untuk berkunjung ke Sumedang. Tentunya selain berwisata kuliner dapat sambil berwisata sejarah, karena banyak peninggalan sejarah di Sumedang, salah satunya adalah Makam Cut Nyak Dien.
![]() |
| Alun-alun Sumedang |
Nah, setelah alun-alun Sumedang diresmikan pada bulan April 2020 baru pagi ini bisa jogging dan selfie di alun-alun Sumedang.
![]() |
| Jogging dan selfie di alun-alun Sumedang |
Kenapa baru kali ini sempat mampir ke alun-alun Sumedang ?. Ya, tentunya karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan alun-alun Sumedang kembali ditutup untuk umum.
Sekarang juga, alun-alun Sumedang ada pembatasas jam buka, kalau pagi hanya buka pukul 06.00-09.00 WIB. Ketika lewat pukul 09.00 WIB, akan ada petugas yang menghimbau pengunjung untuk segera keluar dari kawasan alun-alun.
Apa sih yang menarik dari alun-alun Sumedang ?. Ternyata, selain sebagai area publik yang menarik, ternyata ada peninggalan sejarah di tenga alun-alun Sumedang.
Di tengah alun-alun Sumedang terdapat Monumen Lingga. Lingga ini berusia hampir seabad dan tetap berdiri kokoh di tengah-tengah alun-alun Sumedang.
Monumen Lingga konon dibuat pada tahun 1922 oleh pemerintah Belanda. Lingga sengaja dibangun untuk mengenang jasa-jasa Bupati Sumedang yang memimpin Sumedang antara tahun 1883 sampai tahun 1919, yaitu Pangeran Aria Suriaatmadja.
![]() |
| Monumen Lingga di tengah alun-alun Sumedang |
Selain terdapat Monumen Lingga, di sekitar alun-alun Sumedang ada juga Masjid Agung Sumedang, Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung Negara, dan Mal Pelayanan Publik Sumedang.
![]() |
| Masjid Agung Sumedang |
![]() |
| Masjid Agung Sumedang |
![]() |
| Mal Pelayanan Publik Sumedang |
Bagi penggemar kuliner, tahu Sumedang dan Umbi Cilembu merupakan salah satu daya tarik untuk berkunjung ke Sumedang. Tentunya selain berwisata kuliner dapat sambil berwisata sejarah, karena banyak peninggalan sejarah di Sumedang, salah satunya adalah Makam Cut Nyak Dien.
Jogging di Alun-alun Sumedang
Reviewed by Eri Anggoro Kasih
on
1:28:00 PM
Rating:
Reviewed by Eri Anggoro Kasih
on
1:28:00 PM
Rating:







Halo Kak, izin save fotonya ya, untuk membuat video pendek non komersil
ReplyDeletesilahkan dengan menyebut sumber ya kak. terima kasih
Delete