loading...

DMCA Protected

Nostalgia Masa Kecil Menyusuri Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang di Kalipucang

Masa kecil saya dilewatkan di sebuah desa kecil di Pantai Selatan Jawa Barat. Saya lahir dan dibesarkan di Desa Kalipucang (sekarang) Kabupaten Pangandaran. Desa Kalipucang berdasarkan cerita yang ada ternyata menyimpan sejarah kereta api Indonesia. Salah satunya karena dilewati oleh jalur kereta api Banjar-Cijulang yang legendaris.

Sayang sekali jalur kereta api yang menghubungkan Banjar-Pangandaran-Cijulang yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui Staatsspoorwegen (SS) yang mulai beroperasi sejak tahun 1916  telah dinonaktifkan sejak tahun 1981.

Prasasti Terowongan Wilhemimna/Sumber
Prasasti Terowongan Wilhemimna/Sumber

Meskipun sudah tidak beroperasi lagi, jalur kereta api Banjar-Cijulang ini menyimpan banyak kenangan masa kecil. Memang sekarang ini bekas rel yang menjadi jalur kereta api sudah tidak terlihat lagi karena tertutup oleh bangunan warga dan sebagian lainnya konon telah hilang dicuri.

Ketika masa kecil, jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang ini adalah sarana transportasi andalan warga Kabupaten Pangandaran untuk bepergian dari Cijulang-Pangandaran-Banjar atau sebaliknya.

Masih terbayang dalam ingatan, kalau naik kereta api dari Kalipucang menuju Cijulang melewati Pangandaran, akan melalui jalur kereta api yang sangat indah. Jalur kereta api Kalipucang-Pangandaran memang sangat indah karena melewati banyak jembatan dan terowongan yang panjang, malah ada terowongan yang unik karena berbelok.

Keindahan jalur kereta api antara Kalipucang Pangandaran karena melewati lembah, bukit,hutan malahan ada jalur yang melintasi tebing dengan pemandangan yang indah ke arah pantai.

Indahnya jembatan KA Cikacepit dilihat dari rest area Saung Buleud.
Indahnya jembatan KA Cikacepit dilihat dari rest area Saung Buleud.
Sayang sekali sejumlah jembatan kereta api yang menghubungkan Stasiun Kalipucang dengan Stasiun Pangandaran sudah rusak, malah ada yang sudah hilang dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu jembatan yang paling terkenal indah adalah Jembatan Cikacepit. Jembatan Cikacepit ini memiliki panjang 310 meter. Kondisi jembatan Cikacepit saat ini sangat tidak terawat. Beberapa konstruksi baja kerangka jembatan banyak yang dijarah oleh pihak tak bertanggung jawab.

Prasasti Jembatan Cikacepit
Prasasti Jembatan Cikacepit

Antara Stasiun Kalipucang dan Stasiun Pangandaran melewati 3 buah terowongan, yaitu : Terowongan Hendrik (105 meter), Terowongan Juliana (147,70 meter jalurnya berbelok), dan Terowongan Sumber atau Wilhelmina (1.116,10 meter).

Prasasti Terowongan Hendrik atau Cikacepit
Prasasti Terowongan Hendrik atau Cikacepit

Prasasti Terowongan Wilhelmina atau Sumber.
Prasasti Terowongan Wilhelmina atau Sumber.

Terowongan Sumber atau Wilhelmina dengan panjang 1.116,10 meter tercatat sebagai terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Nama terowongan ini diambil dari nama Ratu Belanda.

Nah, karena sekarang ini setiap week end selalu mudik ke Kalipucang, untuk mengisi waktu, saya mengajak si Bungsu untuk bernostalgia masa kecil menyusuri jalur kereta api Banjar-Cijulang di Kalipucang. Si Bungsu nampak excited ikut menyusuri jembatan dan terowongan kereta api yang masih tersisa.

Bersama si Bungsu di Terowongan kereta api Wilhelmina atau Sumber.
Bersama si Bungsu di Terowongan kereta api Wilhelmina atau Sumber.

Jalur jalan kereta api bersejarah ini sangat mudah dijangkau karena letaknya tidak jauh dari jalur jalan raya Kalipucang Pangandaran. Kondisi jalan cukup baik karena sudah dibeton. Sedikit rusak di jalan setapak menjelang Terowongan Wilhelmina.

Jalan menuju jembatan kereta api Cikacepit dan Terowongan Wilhelmina.
Jalan menuju jembatan kereta api Cikacepit dan Terowongan Wilhelmina.

Jalur jalan kereta api Banjar Cijulang ini telah dijadikan warisan sejarah atau heritage sejarah kereta api Indonesia. Jembatan dan terowongan kereta api antara Banjar-Cijulang ini telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Loading...