Booking Hotel by Pegipegi

loading...

DMCA Protected

Pengalaman Ganti Kartu ATM Bank Jabar Akibat tertelan Mesin ATM

Sejak pindah ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, hampir semua penghasilan, dari mulai gaji, tunjangan, uang perjalanan dan sejenisnya menggunakan transaksi non tunai. Transaksi non tunai (cashless) ini mengharuskan saya memiliki rekening di Bank Jabar. Karena memerlukan untuk rekening payroll menggunakan ATM.

Memang Bank Jabar jaringannya sepertinya berkembang sangat pesat, jadi bagi pegawai daerah seperti saya tidak kesulitan untuk melakukan transaksi keuangan di Bank Jabar. Selain itu juga ternyata ATM Bank Jabar bisa digunakan di ATM BCA dan ATM Bersama.

Ilustrasi kartu ATM BJB baru.
Ilustrasi kartu ATM BJB baru.

Selama ini saya cuma menggunakan ATM Bank Jabar untuk transaksi penarikan, transfer dan tarik tunai saja. Untuk transaksi bayar membayar tagihan baru untuk membayar telepon rumah saja menggunakan internet banking Bank Jabar.

Permasalahan pertama menggunakan ATM BJB adalah hari Minggu kemarin, ketika melakukan penarikan tunai di ATM Bank Jabar Universitas Siliwangi Jl. Siliwangi Tasikmalaya, ternyata kartu ATM saya tidak keluar alias tertelan.

Transaksi tarik tunai berjalan normal dan uang keluar sesuai jumlah yang ditarik tetapi, kartu ATM tidak keluar seperti ada yang mengganjal. Saya tidak tahu apa sebabnya. Yang agak mencurigakan adalah ketika saya keluar dari ruang ATM, tiba-tiba ada yang menanyakan masalah ATM yang tidak keluar. Saya enggak tanggapi dan saya tinggalkan begitu saja.

Seumur-umur saya menggunakan kartu ATM sejak menjadi mahasiswa di IPB tahun 1992, inilah pengalaman pertama kartu ATM saya bermasalah. Perasaan, saya paham betul produk perbankan yang satu ini, karena pernah bekerja sebagai pegawai bank juga..

Baiklah, abaikan itu semua, kenapa ATM saya bisa tertelan dan seterusnya dan seterusnya.

Kita fokuskan bagaimana saya dapat mengamankan rekening ketika ATM tertelan. Saya memiliki keyakinan, rekening saya akan aman selama kartu ATM berada pada tempatnya dan PIN hanya saya yang tahu. ATM tanpa PIN tidak bisa digunakan, begitu juga sebaliknya PIN tanpa ATM (seharusnya) tidak bisa digunakan juga.

Saya harus pastikan dulu  kalau ATM saya sudah tertahan secara aman di dalam mesin ATM. Setelah itu, segera menelepon call center bank untuk melakukan pemblokiran kartu dan rekening.

Apabila ragu dengan banyaknya nomor telepon yang menempel di mesin ATM, sebaiknya pastikan bahwa nomor call center customer service bank adalah benar. Biasanya berupa nomor tertentu bukan nomor handphone.

Setelah melalukan pemblokiran, secara prosedur, rekening kita sudah aman. Selanjutnya adalah tinggal mengganti kartu ATM yang tertelan.

Kesulitan pertama adalah karena rekening saya dibuka di Cabang Utama Bandung, terpaksa harus datang ke Bank Jabar Cabang Utama Bandung. Sebenarnya bisa dibantu di cabang BJB lainnya tetapi memerlukan waktu yang lama sekitar 14 hari untuk mengganti kartu ATM yang tertelan.

Seperti biasa, kita cukup datang ke customer service dan mengisi formulir penggantian kartu ATM dan dikenakan biaya penggantian kartu sebesar Rp 20 ribu.

Setelah kartu ATM diganti, langkah selanjutnya adalah melakukan penggantian PIN default menjadi PIN baru kita.

Itulah pengalaman mengganti kartu ATM Bank Jabar akibat tertelan, semoga ini pengalaman terakhir kartu tertelan mesin ATM.

2 comments:

  1. I was looking at some of your posts on this internet
    site and I think this internet site is rattling instructive!
    Retain posting.

    ReplyDelete
  2. Thank you, I have just been looking for info about this subgject foor a
    long time and yours iis the best I have discovered till now.

    But, what concerning thhe bottom line? Are you positive concerning
    the supply?

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan komentar dan semua komentar akan muncul setelah dimoderasi.

Loading...